Jul 212008
 

This mini howto explain how to create more loop device on your operating system.You need to create more loop device in some case like encrypted file system or HVM xen virtualization.  By default there are 7 devices available, named /dev/loop0 through to /dev/loop7 .

INFORMATIONS

You can find the loop device like that :

# ls -al /dev/loop*
brw-r----- 1 root disk 7, 0 Mar 19 09:34 /dev/loop0
brw-r----- 1 root disk 7, 1 Mar 19 09:34 /dev/loop1
brw-r----- 1 root disk 7, 2 Mar 19 09:34 /dev/loop2
brw-r----- 1 root disk 7, 3 Mar 19 09:34 /dev/loop3
brw-r----- 1 root disk 7, 4 Mar 19 09:34 /dev/loop4
brw-r----- 1 root disk 7, 5 Mar 19 09:34 /dev/loop5
brw-r----- 1 root disk 7, 6 Mar 19 09:34 /dev/loop6
brw-r----- 1 root disk 7, 7 Mar 19 09:34 /dev/loop7

The creation of the loop device is very simple but you have 2 options for this creation one is without reboot and the other one is with a reboot.

Continue reading »

Jul 082008
 

source: http://yulian.firdaus.or.id/2007/09/07/load-balance-speedy/

Banyak pertanyaan dari teman-teman, terutama para operator warnet, admin jaringan sekolah/kampus dan korporasi tentang load balancing dua atau lebih koneksi internet. Cara praktikal sebenarnya banyak dijumpai jika kita cari di internet, namun banyak yang merasa kesulitan pada saat diintegrasikan. Penyebab utamanya adalah karena kurang mengerti konsep jaringan, baik di layer 2 atau di layer 3 protokol TCP/IP. Dan umumnya dual koneksi, atau multihome lebih banyak diimplementasikan dalam protokol BGP. Protokol routing kelas ISP ke atas, bukan protokol yang dioprek-oprek di warnet atau jaringan kecil.

Berikut beberapa konsep dasar yang sering memusingkan:

1. Unicast

Protokol dalam trafik internet yang terbanyak adalah TCP, sebuah komunikasi antar host di internet (praktiknya adalah client-server, misal browser anda adalah client maka google adalah server). Trafik ini bersifat dua arah, client melakukan inisiasi koneksi dan server akan membalas inisiasi koneksi tersebut, dan terjadilah TCP session (SYN dan ACK).

2. Destination-address

Dalam jaringan IP kita mengenal router, sebuah persimpangan antara network address dengan network address yang lainnya. Makin menjauh dari pengguna persimpangan itu sangat banyak, router-lah yang mengatur semua trafik tersebut. Jika dianalogikan dengan persimpangan di jalan, maka rambu penunjuk jalan adalah routing table. Penunjuk jalan atau routing table mengabaikan “anda datang dari mana”, cukup dengan “anda mau ke mana” dan anda akan diarahkan ke jalan tepat. Karena konsep inilah saat kita memasang table routing cukup dengan dua parameter, yaitu network address dan gateway saja.

3. Source-address

Source-address adalah alamat IP kita saat melakukan koneksi, saat paket menuju ke internet paket akan melewati router-router ISP, upstream provider, backbone internet dst hingga sampai ke tujuan (SYN). Selanjutnya server akan membalas koneksi (ACK) sebaliknya hingga kembali ke komputer kita. Saat server membalas koneksi namun ada gangguan saat menuju network kita (atau ISPnya) maka komputer kita sama sekali tidak akan mendeteksi adanya koneksi. Seolah-olah putus total, walaupun kemungkinan besar putusnya koneksi hanya satu arah.

Continue reading »